BENGKALIS,Classnews.id – Bisnis Hotel di kota Bengkalis mengalami tekanan berat imbasnya stop operasional alias tutup. Hal ini dialami Hotel Panorama yang sudah berdiri sejak tahun 1984 (42 tahun). Penyebabnya kebijakan efesiensi anggaran yang diperlukan pemerintah pusat mulai berdampak signifikan terhadap sektor perhotelan dan juga tingkat hunian hotel semakin menurun.
Jefri Tumangkeng, Owner Hotel Panorama mengatakan management hotel Panorama telah menyurati Pemda kabupaten Bengkalis juga pihak kantor pajak mulai tanggal 16 Januari 2026 Hotel Panorama tutup operasional.
“Dengan pemberitahuan ke pihak pemerintah daerah juga kantor pajak pusat di awal tahun ini kami tutup dan dimasa transisi ini tetap berupaya berjalan dengan menyewakan kamar kamar dengan status bukan hotel berbentuk usaha homestay,” kata Jefri Tumangkeng, kamis (22/01/26).
Kebijakan efesiensi anggaran yang memasuki tahun kedua akhirnya memberikan efek langsung terhadap industri perhotelan khususnya di kota Bengkalis.
Jefri menambahkan ” Selama ini Hotel hotel beroperasi di Bengkalis dari senin sampai Jumat biasanya bergantung pada kegiatan rapat instansi pemerintah karena adanya efesiensi anggaran kegiatan menurun drastis dan ditambah lagi dengan tingkat hunian menurun atau okupansi dibawah 30 persen, ini pun hanya menutupi biaya operasional hotel,” ujar Jefri Tumangkeng juga Sekretaris PHRI kabupaten Bengkalis.
Homestay ‘Keluarga’
Disaat transisi dimana dilaksanakan tahapan tahapan penilaian aset Eks Hotel Panorama dan penawaran ke Bayer atau pembeli eks Hotel Panorama harus operasi manajemen hotel Panorama tetap memperkerjakan para karyawan tidak melakukan PHK dan juga untuk menutup biaya operasional seperti listrik dan air.
” Karena status hotel sudah di tutup kita masih tetap memberikan jasa inap terhadap masyarakat dengan kamar kamar yang ada dengan harga dan fasilitas homestay,” ujarnya
Homestay ‘Keluarga’ dengan tarif kamar perhari dibawah standar pelayanan Hotel dan juga ada juga tarif kamar sistem paket bagi yang nginap minimal 15 hari, satu bulan dan 3 bulan.
” Untuk jasa inap per paket kita tidak menyediakan servis kamar tapi di kamar tersebut sudah dilengkapi tempat tidur, meja, kursi dan lemari juga kamar mandi,” terang Jefri Tumangkeng.
Fenomena hotel di Bengkalis yang tutup ini menjadi peringatan yang keras bagi pelaku usaha dan pemerintah, bahwa tanpa kebijakan yang adaptif, dunia perhotelan bisa terus terpuruk dalam waktu dekat.







