Pertalite Langka di Pulau Bengkalis, Eceran Malah Jual Pertamax hingga Rp24 Ribu per Liter

Berita81 Dilihat

BENGKALIS, CLASSNEWS ID– Di tengah melonjaknya harga BBM non subsidi jenis Pertamax RON 92, masyarakat Pulau Bengkalis kembali dihadapkan pada persoalan yang lebih menyulitkan. dalam dua hari terakhir, BBM subsidi jenis Pertalite dilaporkan sulit diperoleh di sejumlah SPBU yang ada di Pulau Bengkalis.

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa berburu Pertalite hingga ke SPBU Selat Baru, Kecamatan Bantan. dari pusat Kota Bengkalis menuju lokasi itu, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 15 menit.

Pantauan wartawan, Kamis (11/6), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di SPBU Jalan Sudirman, Desa Selat Baru. Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis.

Sementara itu, dua SPBU yang berada di Pulau Bengkalis, yakni SPBU di Jalan Bantan, Desa Senggoro dan SPBU Nurwati di Jalan Lembaga, terlihat tidak melayani penjualan Pertalite.

Muhammad Natsir, salah seorang pengendara, mengaku sudah dua hari terakhir kesulitan mendapatkan BBM subsidi tersebut.

“Sudah dua hari ini sangat sulit mendapatkan Pertalite. Di tempat penjualan eceran juga susah dicari. Kalau pun ada, kami harus ke SPBU Selat Baru,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan. Sebab, Pertalite merupakan BBM yang paling banyak digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kelangkaan Pertalite yang terjadi di Pulau Bengkalis disebut-sebut akibat keterlambatan pasokan BBM yang masuk ke daerah kepulauan tersebut. Distribusi yang bergantung pada penyeberangan Roro kerap menjadi kendala.

Meski demikian, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kuota Pertalite untuk Bengkalis tidak mengalami pengurangan.

“Setiap hari rata-rata pasokan mencapai 15 kilo liter. tidak ada pengurangan dari Pertamina. Namun karena tidak diperbolehkan dijual ke pengecer, masyarakat harus membeli langsung ke SPBU sehingga antrean menjadi panjang,” ungkap salah seorang sumber.

Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan masih maraknya penjualan BBM non subsidi secara eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Iqbal, warga Bengkalis yang ikut mengantre di SPBU, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.

“Tapi minyaknya tidak ada dijual di semua SPBU di Pulau Bengkalis. Yang aneh, di tingkat pengecer menggunakan Pertamini malah banyak yang menjual, tapi harganya melambung tinggi. Mana mampu kami membeli. Makanya kami rela mengantre cukup panjang,” keluhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, BBM jenis Pertamax biru dijual secara eceran dengan harga mencapai Rp19 ribu per liter. Sedangkan Pertamax merah dipasarkan hingga Rp24 ribu per liter.

Warga yang mengantre di SPBU Jalan Lembaga juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka menilai pemerintah perlu segera mencari solusi agar pasokan Pertalite di Pulau Bengkalis kembali normal.

“Tak ada pilihan. Mau tak mau dan suka tak suka harus ikut antrean yang melelahkan ini. Yang dibutuhkan masyarakat itu kemudahan mendapatkan BBM, bukan justru dipersulit,” ujar seorang warga.

Masyarakat berharap pihak terkait, baik Pertamina maupun pemerintah daerah, segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi Pertalite ke Pulau Bengkalis berjalan lancar, sehingga aktivitas warga tidak lagi terganggu akibat kelangkaan BBM subsidi tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *