Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan Libatkan Mahasiswa KKM ISNJ sebagai Dewan Juri

Berita99 Dilihat

BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Selasa (4/8/2026). Seluruh ruang kelas tampak bersih, rapi dan penuh hiasan hasil kreativitas siswa serta guru saat mengikuti lomba kebersihan antar kelas dalam rangka menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Lomba tersebut diikuti enam kelas, mulai dari kelas I hingga kelas VI. Seluruh peserta dinilai menggunakan kategori yang sama, sehingga tidak ada perbedaan standar penilaian antara kelas rendah maupun kelas tinggi.

Untuk menjamin objektivitas penilaian, pihak sekolah melibatkan sejumlah pihak eksternal sebagai dewan juri. Salah satunya adalah mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis yang saat ini tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Bantan Tengah.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi lanjutan antara SDN 20 Bantan dengan mahasiswa KKM ISNJ setelah sebelumnya bersama-sama menggelar sosialisasi pencegahan bullying kepada para siswa. Selain KKM ISNJ, lomba kebersihan melibatkan ll paguyuban kelas atau orangtua siswa dan ketua komite sekolah.

Kepala SD Negeri 20 Bantan, Basuni, mengatakan keterlibatan mahasiswa KKM sebagai dewan juri bertujuan menghadirkan penilaian yang lebih independen sekaligus mempererat sinergi antara dunia pendidikan dengan perguruan tinggi.

“Lomba ini bukan sekadar mencari kelas yang paling bersih, tetapi untuk menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Kami sengaja melibatkan mahasiswa KKM ISNJ agar penilaian lebih objektif sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam berinteraksi dengan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurut Basuni, budaya menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari, bukan hanya ketika ada perlombaan. Lingkungan belajar yang bersih dan nyaman, katanya, akan memberikan dampak positif terhadap semangat belajar siswa.

“Kami berharap kebiasaan menjaga kebersihan ini terus melekat pada diri anak-anak. Sekolah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman dan menyenangkan,” tambahnya.

Dalam proses penilaian, lima orang dewan juri, termasuk kepala sekolah, berkeliling memasuki setiap ruang kelas. Berbagai kreativitas siswa bersama guru kelas menghiasi ruangan, mulai dari taman belajar mini, pohon literasi, sudut baca hingga beragam dekorasi edukatif yang dibuat secara mandiri.

Kreativitas yang ditampilkan membuat dewan juri cukup kesulitan menentukan pemenang. Pasalnya, hampir seluruh kelas memiliki tingkat kebersihan, kerapian, dan keindahan yang tidak jauh berbeda.

Setelah melalui proses penilaian, akhirnya kelas V ditetapkan sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih kelas III, disusul kelas II sebagai Juara III. Sementara kategori harapan diberikan kepada kelas IV sebagai Harapan I, kelas I sebagai Harapan II, dan kelas VI sebagai Harapan III.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *