Perumda Air Minum Bengkalis lakukan langkah atasi krisis air baku

BENGKALIS,Classnews.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis, melakukan langkah untuk mengatasi krisis air baku yang terjadi akibat musim kemarau panjang.

Kondisi air baku di waduk Wonosari dan WBS Sumatra III saat ini semakin surut, jelas Direktur Perumda Air Minum Tirta Terubuk kabupaten Bengkalis, Abel Iqbal, di Bengkalis Senin (09/02/26), sehingga mempengaruhi produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan.

Langkah-langkah dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan air bersih kendati terjadi penurunan kondisi air baku, lanjut dia, berupa langkah pendek, menengah dan panjang.

” Sebelumnya kami sudah melakukan langkah langkah pengamanan dengan melakukan management resiko diakhir tahun lalu saat itu air waduk kita debitnya semakin keruh mencapai 90 NTU dan sekarang pun kondisinya semakin susut instalasi pengolahan air bersih (water treatment plant/WTP) masih nano filter produksi hanya 40 liter per detik,” ujar Abel Iqbal juga telah mempersiapkan IPA konfesiol mengolah air waduk dengan kekeruhan yang tinggi.

“Kami turunkan produksi air bersih karena krisis air baku, sehingga pasokan air bersih tidak maksimal dan akan menjadwalkan distribusi air pada pagi hari (04.30 – 06.30 Wib) dan jelang magrib ( 17.30 – 18.30 Wib),” tambahnya.

Kemudian akan kembali melakukan pembersihan terutama air yang berasal dari kanal PT MAS di Wonosari tengah agar air selama ini mengalir melalui parit parit menuju waduk semakin rendah dan Perumda akan melakukan pertemuan dengan Pengurus Koperasi PT Meskom bersama Kades Wonosari agar aliran air baku bisa lancar masuk ke waduk.

Masyarakat diminta untuk menampung air, dan melakukan penghematan penggunaan air bersih dalam situasi krisis air yang terjadi saat ini, Karana produksi air bersih mengalami penurunan sekitar 50 persen.

Langkah menengah yang sedang berjalan PT MAS dan Perumda Air Minum Tirta Terubuk sudah melakukan pengukuran jalur pipa dari kanal utama PT MAS sampai ke waduk Wonosari dan WBSS III.
” Jarak pipanisasi tersebut mencapai hitungannya capai 9 km dan WBSS III juga sudah mengetahui dan tinggal menunggu surat permohonan atau minat dari Pemda Bengkalis dengan anggaran APBN,” kata Abel Iqbal.

Kemudian Abel menambahkan, areal waduk perlu dilakukan pengukuran terutama batas dan juga Bupati Bengkalis telah mengintruksikan BPKAD Bengkalis memastikan areal waduk yang jelas. Dengan itu akan dilakukan pertemuan antara BPKAD Bengkalis, Perumda Air Minum dan Pemdes Wonosari menentukan areal waduk yang akan direncanakan dimanfaatkan pembuatan kanal sepanjang batas tanah tersebut mencapai 5 km untuk menahan air sebagai cadangan air baku.

Dan upaya kedepannya Perumda Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis akan berkoordinasi dengan Pemda Bengkalis melalui dinas PU untuk melakukan sekat kanal disetiap sungai sungai agar air tetap bertahan walaupun kondisi surut air laut yang selama ini apabila air di parit atau sungai ikut kering apa bila air laut surut.

” Dengan membangun overplow pintu air disetiap sungai sungai agar air bisa bertahan dan air tersebut tidak habis keluar ke laut,” kata Abel Iqbal.

Sementara itu Herry Kumbara, Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis luas waduk Wonosari dan WBSS III mencapai 7 Ha dengan kedalaman 3 – 5 meter dengan kondisi ini wajib melakukan sedot lumpur karena penyebab kedangkalan waduk. Dengan jumlah pelanggan saat ini yang idealnya penampungan air baku di waduk yang optimal 3 kali luas waduk sekarang.

” Kebutuhan air sehari normal dengan pelanggan 5000 mencapai 5900 m3/ hari sekarang yang kita olah hanya 40 liter per detik. Dari pertemuan dengan Pemda Bengkalis sudah dibebaskan mencapai 75 Ha di tahun 2006 dengan bentuk seperti sayap dengan kondisi seperti ini sebagian dipakai SDIT dengan perencana disetiap batas tanah dibuat kanal bisa mencapai 5 km dengan lebar 10 m ini merupakan langkah kedepannya,” ujar kabag teknik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *