Wakil Ketua DPRD Bengkalis Hendrik Firnanda Pangaribuan Apresiasi Penerapan Digitalisasi di Pelabuhan Roro

Berita78 Dilihat

BENGKALIS,Classnews.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda Pengaribuan, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang dipimpin Bupati Kasmarni, khususnya Dinas Perhubungan, atas keberhasilan menekan antrean kendaraan roda empat di penyeberangan Roro pasca Idulfitri 1447 Hijriah.

Perubahan signifikan tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari transformasi sistem pelayanan, dari metode manual menuju digitalisasi melalui aplikasi Trips Bengkalis. Inovasi ini terbukti mampu mengurai kepadatan yang selama ini menjadi persoalan klasik setiap musim mudik dan arus balik Lebaran.

Hendrik mengungkapkan, pihaknya secara intens melakukan monitoring terhadap aktivitas penyeberangan Roro Bengkalis selama periode hari raya. Hasilnya, tidak ditemukan lagi antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Ini capaian yang patut diapresiasi. Tidak ada lagi antrean panjang kendaraan roda empat hingga ke jalan raya. Ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Hendrik, Jumat (27/3/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam menempatkan figur yang tepat di Dinas Perhubungan. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan, Ardiansyah, sistem digitalisasi mampu diterapkan secara efektif di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Menurut Hendrik, DPRD Bengkalis siap memberikan dukungan penuh, termasuk dari sisi anggaran, guna terus meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan Roro ke depan.

“Jika memang dibutuhkan penambahan anggaran demi perbaikan akses dan pelayanan, tentu DPRD akan mendukung. Ini demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk turut mendukung langkah modernisasi yang dilakukan Dishub Bengkalis. Menurutnya, perubahan dari sistem manual ke digital tidak hanya membuat pelayanan lebih efektif dan efisien, tetapi juga menciptakan ketertiban yang selama ini sulit diwujudkan.

Hendrik juga menyinggung wacana kenaikan tarif penyeberangan Roro yang sebelumnya sempat ditolak DPRD karena buruknya pelayanan. Namun, dengan adanya peningkatan signifikan saat ini, pihaknya membuka peluang untuk kembali membahas hal tersebut.

“Dulu kenaikan tarif tidak kami setujui karena pelayanan belum maksimal. Sekarang, dengan sistem digitalisasi, pelayanan sudah jauh lebih baik. Ini akan kami bicarakan kembali bersama seluruh anggota DPRD,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan daerah lain, tarif penyeberangan Roro Bengkalis masih tergolong paling murah di Indonesia, dengan jarak tempuh sekitar 10–15 kilometer dan waktu perjalanan 45 hingga 60 menit.

“Pelayanan sudah membaik, tarif kita masih sangat terjangkau. Jika ada penyesuaian ke depan, masyarakat diharapkan bisa mendukung demi kelancaran layanan penyeberangan,” tambahnya.

Sementara itu, perubahan besar juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Penerapan sistem e-ticketing melalui aplikasi Trips yang dimulai sejak 10 Maret 2026 telah mengubah wajah Pelabuhan Roro Air Putih–Sei Selari.

“Jika sebelumnya antrean panjang menjadi pemandangan rutin setiap Lebaran, kini kendaraan datang sesuai jadwal yang telah dipesan secara online. Arus kendaraan menjadi lebih tertib, terukur, dan manusiawi,” ungkap Astuti warga Bengkalis.

Menurutnya, Transformasi ini bahkan disebut sebagai “revolusi sunyi” di sektor transportasi Bengkalis sebuah bukti bahwa inovasi dan keberanian mengubah sistem lama mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Dulu saat saya balek kampung ke Bengkalis harus bermalam di penyeberangan roro sei Selari. Lebaran tahun ini, alhamdullilah lancar, begitu sampai langsung masuk kapal,” ungkap Astuti yang ikut suami merantau ke Palembang ini.

Dengan respons positif dari masyarakat, pemerintah daerah berencana melanjutkan dan memperkuat sistem digital ini melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta penguatan regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda).

Kini, penyeberangan Roro Bengkalis bukan lagi sekadar jalur transportasi, melainkan simbol perubahan dari antrean panjang menuju kepastian dan kenyamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *