Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2026, Lestarikan Warisan Budaya

Berita264 Dilihat

BENGKALIS,Classnews.id – Bupati Bengkalis Kasmarni secara resmi membuka Festival Lampu Colok Tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 1447 Hijriah yang dipusatkan di Jalan Utama Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Minggu malam (16/3/26).

Pembukaan festival yang menjadi tradisi masyarakat Melayu dalam menyambut malam 27 Ramadan tersebut berlangsung meriah. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan keindahan susunan lampu colok yang menghiasi kampung dengan berbagai bentuk dan kreasi menarik.

Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena masyarakat Bengkalis masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan bersama-sama meramaikan Festival Lampu Colok yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Melayu. Bupati perempuan pertama di Negeri Junjungan itu menegaskan bahwa Festival Lampu Colok merupakan warisan budaya yang memiliki nilai kebersamaan yang sangat kuat bagi masyarakat.

Menurutnya, tradisi ini tidak hanya memperindah suasana kampung dengan cahaya lampu colok yang tersusun rapi dan artistik, tetapi juga menjadi simbol kreativitas masyarakat serta semangat gotong royong dalam menjaga dan melestarikan tradisi daerah.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya menampilkan keindahan cahaya lampu colok, tetapi juga mempertegas identitas budaya daerah kita, khususnya Kabupaten Bengkalis, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda,” ujar Kasmarni.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya masyarakat yang memiliki nilai kearifan lokal tinggi.

Karena itu, lanjutnya, Festival Lampu Colok tahun ini tetap dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan positif.

“Kami percaya semangat masyarakat Bengkalis dalam melestarikan budaya tidak semata-mata bergantung pada besar kecilnya anggaran, tetapi lahir dari rasa kebersamaan, kepedulian, serta kecintaan terhadap tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Festival Lampu Colok sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Melayu di Kabupaten Bengkalis yang digelar setiap Ramadan, khususnya menjelang malam ke-27. Lampu-lampu minyak yang disusun dengan berbagai bentuk unik dan artistik menjadi daya tarik tersendiri sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tingkat desa hingga kecamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *