Ekraforia 2026 Hadir di Bengkalis, Ekonomi Kreatif dan UMKM Dipadukan dengan Literasi Sejarah

Berita Daerah32 Dilihat

BENGKALIS,CLASSNEWS.ID – Suasana berbeda terasa di Gedung Jill Belanda atau Huis Van Behauring, Bengkalis, Jumat (13/8/2026). Bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda itu disulap menjadi ruang kreativitas dan pergerakan ekonomi masyarakat melalui Ekraforia 2026.

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak sekadar menghadirkan hiburan, Ekraforia 2026 dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, akademisi, lembaga keuangan hingga masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM.

“Ekraforia ini merupakan bagian dari agenda Kabupaten Bengkalis dalam memperingati 17 Agustus 2026. Kegiatan ini diinisiasi dan diinginkan oleh Bupati Bengkalis Kasmarni bagaimana kita menciptakan ekonomi kreatif dan meningkatkan upaya UMKM-UMKM yang ada di Kabupaten Bengkalis,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Karena itu, Disbudparpora menggandeng berbagai komunitas, termasuk Bengkalis Creative Network (BCN), dalam pelaksanaan Ekraforia tahun ini.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu melahirkan ruang-ruang baru bagi pelaku kreatif dan UMKM untuk tumbuh.

“Kita berharap ke depannya kegiatan ini bisa menjadi tempat berkembangnya ekonomi kreatif dan muncul spot-spot baru untuk UMKM,” katanya.

*Angkat Sejarah, Hidupkan Ekonomi Kreatif*

Pemilihan Gedung Jill Belanda sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Bangunan yang menyimpan jejak sejarah perjuangan masa kolonial tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berbasis sejarah dan budaya.

“Kenapa kita pilih salah satunya Jill ini atau penjara peninggalan masa Belanda? Ini merupakan salah satu peninggalan sejarah. Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kita mengingat perjuangan para pahlawan melawan Belanda ketika itu,” jelas Ardiansyah.

Pemanfaatan bangunan bersejarah itu diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali nilai sejarah, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bengkalis.

Sejumlah agenda pun disiapkan. Salah satunya seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang.

Di antaranya Asisten Deputi Bidang Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi Edi Haryana, Konservator Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Riau Rio Hardiansyah, perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis dari Komisi IV Irmy Syakif Arsalan, Plt Kepala Disbudparpora Bengkalis Ardiansyah, Ketua BCN Riza Zuhelmy serta Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Mas Sam Viki, Ketua PWI Bengkalis Adi Putra, Ketua Kadin Bengkalis Rido Nosa.

Selain itu, Forum tersebut melibatkan komunitas ekonomi kreatif dan UMKM, lembaga keuangan, akademisi.

*Ada Tenun, Kuliner hingga Musik Lokal*

Ekraforia 2026 semakin semarak pada malam hari melalui grand opening yang diisi berbagai pertunjukan seni lokal. Tarian kreasi hingga musik yang dibawakan anak-anak Bengkalis turut menghidupkan suasana di kawasan gedung bersejarah tersebut.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas kreatif, salah satunya photo booth hasil kreasi Bengkalis. Tak hanya melihat, masyarakat juga diberi kesempatan mencoba langsung alat tenun yang telah disiapkan panitia.

“Di sini juga kita siapkan alat tenun. Bagi masyarakat yang datang berkunjung dan ingin mencoba bagaimana menggunakan alat tenun, bisa langsung mencobanya,” kata Ardiansyah.

Sementara di luar gedung, pelaku UMKM turut mengambil bagian dengan membuka lapak yang menyajikan beragam kuliner khas Bengkalis.

“Di bagian luar juga ada UMKM yang menggelar berbagai macam kuliner Bengkalis,” sambungnya.

Rangkaian Ekraforia 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu. Kemudian pada Minggu, kegiatan dilanjutkan dengan Ekraforia Run, yang dirangkai dengan senam sehat bersama dan lari sejauh kurang lebih lima kilometer.

Antusiasme masyarakat diperkirakan cukup tinggi. Peserta Ekraforia Run ditargetkan menembus lebih dari 1.000 orang.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dilepas langsung oleh Bupati Bengkalis Hj Kasmarni pada pukul 05.30 WIB.

“Kegiatan ini diharapkan bisa ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ardiansyah.

Ia menegaskan, Ekraforia 2026 memiliki konsep yang lebih kuat dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya. Tahun ini, pemerintah ingin menyatukan tiga kekuatan sekaligus, yakni literasi sejarah, ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.

“Kegiatan ini berbeda dari tahun sebelumnya karena lebih mengangkat literasi sejarah, ekonomi kreatif dan UMKM yang ada di Bengkalis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *